Melihat perempuan yang dulu pernah kamu tiduri, kini menikah. Anehnya terasa lucu.
Bukan karena iri, bukan karena kecewa. Melainkan karena kamu pernah melihat sisi dirinya. Yang tak akan pernah disentuh oleh suaminya. Dia menikahi versi malaikatnya, sedangkan kamu mengenal fase liarnya. Dua pria dua realitas, perempuan yang sama. Dia melihat seorang istri, kamu mengingat satu malam yang liar. Dia yakin telah menemukan yang satu. Kamu tahu dia hanya menemukan yang tersisa. Dan kini dia akan berperan sempurna, seolah baru, bermoral, suci, tak bernoda. Berpura pura masa lalu itu tak pernah ada, tapi kamu tahu. Dan itulah komedi gelap kencan modern. Satu pria membangun masadepan penuh harap. Sementara pria lain diam diam menyimpan masalalu dalam ingatannya. Tanpa kebencian, tanpa kecemburuan. Hanya senyum tipis dari sebuah kesadaran. Karena saat kamu memahami hakikat perempuan, emosi berhenti memimpin dan pengamatan mengambil alih. Kamu pun sadar, setiap pria mendapat versi dirinya yang berbeda. Namun hanya sedikit yang benar benar pernah menyentuh versi aslinya. Maka ketika kamu melihatnya bergaun putih, tersenyum rapi untuk kamera. Kamu tak marah, tak bereaksi, hanya menyeringai. Sebab kamu tahu apa yang disembunyikan oleh gaun itu.