Orang Baik itu Seperti Apa?
Saya katakan, Anda bisa jadi orang baik tanpa agama. Tapi orang baik itu apa? Tentu saya tidak bicara soal orang baik versi agama. Kalau memakai versi agama, orang baik itu syarat utamanya adalah beriman. Tanpa iman, ia bukan orang baik. Makanya umat beragama sering berujar, "Sayang ya, padahal dia orang baik, tapi tidak beriman (tidak seagama dengan kita)."
Jadi, orang baik itu apa? Baik bagi saya adalah orang yang selaras dengan lingkungannya. Ilustrasinya begini. Di kampung saya, berak di parit kampung itu sesuatu yang patut dilakukan. Kalau ada orang berak di parit, dia sekadar sedang melakukan sesuatu yang wajar saja. Ia bisa kita sebut orang baik. Tapi kalau ada orang berak di kali atau got di tengah kota, dia tentu bukan orang baik.
Kita harus mengakui, ukuran-ukuran kebaikan di dunia modern ini sebenarnya tak lagi (banyak) mengacu pada nilai-nilai agama, melainkan pada akal pikiran manusia. Kenapa? Harus diakui bahwa agama adalah produk akal manusia di masa lalu, belasan abad yang lalu. Sudah banyak hal yang tak terjangkau oleh agama. Di sisi lain, banyak ajaran agama yang sudah tidak lagi relevan. Artinya, ukuran-ukuran kebaikan versi agama tidak lagi bisa diterapkan.
Tapi bukankah agama mengandung nilai-nilai universal? Justru adanya nilai-nilai universal itu suatu bukti bahwa agama itu produk akal manusia. Terlepas dari siapa atau apa Tuhannya, siapa pembawa ajarannya, ajaran-ajaran kebaikan bermuatan sama, ada di semua agama. Artinya, dengan mengikuti akal manusia pun kita akan menemukan rumusan yang sama.
Artinya, ukuran kebaikan itu mengacu pada tempat dan waktu. Anda nyetel musik keras-keras di kampung, tetangga Anda mungkin senang, karena Anda berbagi suara musik. Tapi di kota, Anda diteriaki berisik. Yang repot adalah orang membawa kebiasaan kampung ke kota, ngotot menganggap itu sesuatu yang baik. Atau, orang ngotot mau menjalankan ajaran yang dirumuskan belasan abad yang lalu.
Jadi, bagaimana menjadi orang baik? Patuhi saja tertib sosial. Hormati hak orang lain, tempatkan diri Anda setara dengan orang lain. Jangan merasa lebih tinggi, jangan pula merasa lebih rendah. Jangan ambil hak orang lain, jangan biarkan orang lain mengambil hak Anda. Jadikan diri Anda bermanfaat melalui perbuatan-perbuatan yang bermanfaat. Kalau belum bisa berbuat begitu, setidaknya jagalah agar perbuatan Anda tak mengganggu orang lain.
Emang perlu agama untuk bisa begitu?