Mau
tidak mau, aku harus menerima kenyataan bahwa ketulusan cinta bias
dikalahkan oleh kemampuan finansial. Rasa cinta bisa takluk oleh
kesempatan dan kematangan usia. Setidaknya saat itu, kenyataan berkata
demikian. Ya, mau bagaimana lagi. Aku hanya seorang lelaki dengan
rekening kering, cinta sebatas kata-kata, dan pesona di bawah rata-rata.
Menyedihkan.
Disforia Inersia (Halaman 18)