Putus cinta memang menyakitkan. Tapi lebih sakit lagi apabila hubungan
asmara harus diakhiri karena faktor di luar kedua individu yang
bersangkutan. Misalnya karena perbedaan keyakinan, perbedaan status
sosial, atau karena tidak mendapat restu dari orang tua salah satu atau
kedua pihak. Jelas terasa sesak di dalam dada dan pastinya bikin galau.
Mau disudahi tapi masih sayang. Tapi mau dilanjut juga gak bakal ada
ujungnya. Macam buah simalakama.
Akhirnya harus berakhir karena tidak mendapat restu dari orang tua sang
kekasih. Sempat terbersit keinginan untuk backstreet alias melanjutkan
hubungan diam-diam, tapi si kekasih tidak mau karena takut dianggap
sebagai anak durhaka. Yah, baguslah, karena setuju atau tidak setuju,
sebagai seorang anak, keinginan orang tua tetap harus kita hargai dan
hormati.