Benih-benih Keegoisan Individualis
 
Intermezo dulu ya, sudah jelas kan kalo tujuan orang bekerja banting tulang, pergi pagi pulang malam untuk menghidupi dirinya sendiri dan orang-orang yang disayanginya, dan tanpa disadari karena begitu sayangnya pada orang tersebut, kita tidak mau mereka menderita atau kekurangan sesuatu baik sekarang atau nanti..

Mayoritas dari orang tua pasti ingin membahagiakan anak-cucunya dan biasanya dengan memberikan hadiah yang bersifat material, tidak hanya dari pihak orang tua tapi juga dari pihak diri kita sendiri sangat menginginkan hadiah tersebut. Hal itu tidak salah yang salah bentuk hadiahnya, dengan motivasi tersebut orang tua akan melakukan segala cara untuk mendapatkan kekayaan sebanyak-banyaknya untuk tabungan di hari tua dan hadiah untuk para keturunannya sebelum masa produktifnya habis, salah satunya dengan korupsi. Korupsi terjadi di setiap segmen ekonomi tanpa terkecuali..

Hal ini salah, semestinya hadiah tersebut cukup dengan pendidikan moral, ilmu, dan hal-hal lain yg tidak bersifat material. Hal ini terus diturunkan dari masa ke masa hingga saat ini pun mayoritas orang masih begitu adanya..

Pertanyaannya, kenapa orang tua begitu khawatir padahal mereka sudah menyekolahkan hingga setinggi-tingginya? karena orang tua mendidik anaknya bukan untuk mencari ilmu tetapi mencari sampah-sampah yang dimaksud adalah nilai, poin, ijazah, sertifikat, dll.
Semestinya yang diajarkan adalah cara bertahan hidup di masa yang sangat sulit seperti saat ini agar saat orang tua tidak lagi bisa menghidupi kita, kita sudah bisa menghidupi diri kita sendiri bahkan menghidupi orang lain..

Karena dari awal sekolah dulu kita diperintahkan untuk mendapat nilai sebesar-besarnya tanpa ditekankan cara mana yang benar atau cara yang salah tanpa disadari kita juga mirip orang tua kita, akan melakukan segala cara demi mendapat nilai setinggi-tingginya, salah satunya mencontek atau membeli ijazah. Hal ini tidak saja terjadi pada seseorang dengan IQ pas-pasan tapi juga pada seseorang yang pintar, karena mereka tidak suka jika ada di posisi menengah apalagi bawah, mereka ingin mendapat poin penuh dalam setiap ujian..

Hal tersebutlah yang akan menjadi cikal bakal koruptor dimasa yang akan datang. Sekolah, nilai, juara 1, kuliah di kampus favorit, IP 4.0, kerja di perusahaan ternama, gaji besar, pangkat Top Manager, terbiasa dengan namanya kesempurnaan.
Hal ini akan membuat seseorang terbiasa dengan namanya nomor 1 yang akhirnya terjerumus dalam yang namanya keserakahan..

Pemburuan poin/nilai yang saya dan guru saya sebut sampah di masa-masa sekolah belum terlalu kentara atau mungkin memang belom merasakan. Baik orang bekerja atau orang sekolah/kuliah mereka cenderung akan menjatuhkan pesaing lainnya agar bisa menduduki posisi wahid tersebut..

Catatan ini dibuat berdasarkan pidato hugo chaves ttg kapitalisme yang kemudian di campur adukkan dengan berbagai macam hal, semoga cerita ini masih nyambung.

Copyright © 2011 - 2023 | isme1989